NEPAL

Nepal (Part 3): Poon Hill Trek 4 Hari

Nepal (Part 3): Poon Hill Trek 4 Hari

Katanya kalau ke Nepal harus banget naik gunung atau seenggaknya melihat jajaran Himalaya. Bagaimana jika hanya memiliki 8 hari untuk menikmati Nepal? Jangan khawatir karena banyak sekali pilihan short trekking di Nepal buat lihat jajaran Himalaya. Sebelum berangkat saya dan kedua teman saya memang memutuskan untuk tidak trekking dikarenakan libur kami yang terlalu singkat. Kami hanya terpikir akan pergi melihat jajaran gunung es dari Nagarkot saja yang jaraknya hanya 1-2 jam saja dari Kathmandu menggunakan bis.

Informasi untuk yang pertama kali mau ke negara ini Nepal (Part 1): Tiba di Kathmandu

Singkat cerita, kebetulan pemilik hotel juga memiliki paket-paket menarik salah satunya trekking. Hampir 2 jam lamanya kami mendiskusikan tujuan trekking kami karena banyak sekali destinasi trekking yang ditawarkan dari seluruh penjuru Nepal. Akhirnya setelah dinner, kami memutuskan mengambil Poon Hill Trek selama 5 hari 4 malam.

Baca juga: Nepal (Part 2) – Keliling Kathamandu Swayambunath, Bhaktapur dan Boudhanath

Harga yang kami dapat juga sangat masuk akal hanya $200 sudah termasuk guide, penginapan, breakfast, lunch, dinner dan tentunya perizinan. Di luar itu kami harus membayar sendiri. Waktu itu Mei 2017 kalau dirupiahkan sebesar  IDR 2.9 juta untuk semuanya.

Poon Hill Trek Day 1

Thamel – Pokhara – Desa Nayapul – Desa Baj Gara

Perjalan hari pertama di mulai dari Thamel menuju terminal bis sekitar 15 menit jalan kaki. Tidak berapa lama kemudian, bis bertolak ke Pokhara salah satu kota di Nepal. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 5-6 jam dengan total 3-4 kali perhentian untuk sekedar makan, ngemil, bersantai atau buang air kecil. Berhubung saat itu di Nepal akan ada Pemilu maka ada kampanye yang membuat perjalanan kami tidak sesuai dengan jadwal ketibaan.

terminal Pokhara
pos perizinan memasuki kawasan konservasi Annapurna

Akhirnya tiba sudah terlalu sore di Terminal Pokhara sekitar jam 3, karena dari terminal kami masih harus melanjutkan perjalanan selama dua jam lagi dengan taksi menuju Desa Nayapul. Setibanya di Nayapul, artinya kami sudah memasuki kawasan konservasi Annapurna. Perjalanan kami dimulai menyusuri desa-desa dan berhenti di dua pos untuk perizinan. Berhubung sudah gelap, kami tiba di Desa Baj Gara dan bermalam di sana. Desa ini tidak ada penerangan sama sekali hanya lilin saja. Suasana pedesaan benar-benar terasa, udara yang dingin dan desiran air sungai yang mengalir tepat di belakang penginapan kami.

annapurna conservation area

Poon Hill Trek – Day 2

Desa Baj Gara – Desa Ulleri

Oh iya, berhubung guide kami orangnya saklek banget kami dididik semacam akademi militer. Lol. Semua harus tepat waktu seperti bangun jam 5 subuh, jam 6 sarapan kemudian lanjut trekking mau hujan atau panas, perjalanan tidak bisa dihentikan, pokok lanjuttt! Haha. Hari kedua kami menuju Desa Ulleri yang menurut saya lumayan berat. Menuju desa ini harus trekking melalui 3.000 anak tangga dari batu. Mayaaaan! Hahaha. Selama perjalanan, kami menjumpai sebuah warung kecil bertuliskan “Annapurna View Restaurant” dan benar kami dapat secuil pemandangan Annapurna South.

tangga beginian tapi 3000 lebih, kebayang nggak? haha

Setelah mendaki setengah perjalanan kurang lebih 5 jam, kami tiba di salah satu warung di Desa Ulleri untuk makan siang dan beristirahat dengan nasi goreng dengan porsi gede banget. Porsi para pendaki, pikir saya! Setelah itu berkemas barang mana yang perlu dibawa sampai ke Poon Hill dan dititip di warung tersebut. Oh iya, rata-rata warung di desa-desa menuju Poon Hill sudah lengkap dengan penginapan.

Dari Desa Ulleri kami melanjutkan perjalanan ke Ghorepani. Jalannya semakin menanjak hingga ke Desa Ghorepani. Selama perjalanan saya selalu dibuat kagum dengan pemandangan di sekitar. Mulai dari melihat kehidupan sehari-hari penduduk lokal, melihat binatang peliharaan yang dijadikan sarana transportasi khususnya Kuda dan Keledai. Binatang-binatang tersebut harus menuruni ratusan anak tangga tanpa sepatu sehingga kakinya berdarah. Sedih 🙁

Di sini banyak juga yang menjajakan buah-buahan, kami membeli buah jeruk. Tak disangka buah jeruk menambah energi kami. Satu jam sebelum tiba di Desa Ghorepani, medan trekking pun semakin berat, lumayanlah bisa bikin kurus. Dari Desa Ulleri menuju Ghorepani dibutuhkan kurang lebih 3 jam perjalanan melewati beberapa desa. Kami tiba di Ghorepani sekitar jam 5.30 sore dan menginap di Hungry Eye Ghorepani. Penginapan ini sudah termasuk dengan restoran.

Kami dapat kamar di lantai 3 dan sempat kesal, gila aja udah jauh-jauh trekking nginep pun masih di kasih kamar sejauh itu. Ternyata kami mendapatkan pemandangan cantik pegunungan Himalaya tepatnya Annapurna. Terima kasih bapak guide. Keren bangetlah pokoknya! Kalau ada rencana ke Poon Hill, menginaplah di Hungry Eye lantai 3 kamar 108. Kamu bakal dapat pemandangan yang kece. Tak lama, kami menikmati dinner pasta yang super besar dan mencoba bir Everest lalu istirahat. Jam 3 subuh kami harus melanjutkan trekking ke Poon Hill.

salah satu view di depan kamar kami

Poon Hill – Day 3 Mau Mati

Pukul 3.30 kami mendaki ratusan tangga (lagi) untuk tiba di puncak Poon Hill sekitar 1 jam. Saya kurang tidur ditambah kondisi badan yang kurang fit karena sudah flu berdarah, alhasil saya kedinginan dan rasanya mau mati. Mati dalam arti yang sesungguhnya. Kalau saya sampai meninggal, saya akan menyusahkan banyak pihak. Mulai dari guide, teman-teman saya dan juga keluarga saya.

Akhirnya saya mencoba bertahan, naik tangga dengan kaki super lemas nggak karuan. Lalu saya dituntun oleh guide sampai di Halfway Poon Hill, lumayan saya bisa melihat jajaran pegunungan Himalaya. Saya pun berhasil membujuk para turis yang sudah kelelahan untuk stay aja di halfway. LoL!

Dari Halfway saya bisa melihat jajaran pegunungan Himalaya dan yang paling terlihat jelas adalah Annapurna dan Annapurna South. Setidaknya usaha saya tidak terbuang sia-sia selama perjalanan di Nepal. Waktu itu bulan Mei jadi memang sudah memasuki musim hujan. Jajaran pegunungan tidak terlalu jelas karena terlalu berawan. Kedua teman saya ce Lily dan mba Alfiana berhasil sampai puncak Poon Hill. Saya iri tapi apa daya saya memang benar-benar lagi nggak fit sama sekali.

Setelah puas menikmati keindahannya, kami pun melanjutkan perjalanan turun kembali menuju Pokhara. Setidaknya perjalanan saya ke Nepal tidak sia-sia. Oh iya waktu itu bulan Mei, jadi memang sudah memasuki musim penghujan. Kami tiba di Desa Ulleri untuk makan siang dan mengambil barang kami. Oh iya dalam perjalanan turun ke Desa Ulleri saya dan ce Lily jatuh begitu saja. Sepertinya kondisi badan kami lagi tidak imbang. Jatuh begitu saja tanpa ada alasan. Hahaha. We are the clumsy girls.

Poon Hill Day 4

Bangun pagi, sarapan lalu kami melanjutkan perjalanan ke Pokhara dari Desa Hille. Entah kenapa kondisi saya semakin drop terkena altitude mountain sickness. Ini katanya memang normal karena udara yang selalu berganti mulai dari panas, tiba-tiba dingin dan hujan selama trekking. Saya vomited 3 times ketika perjalanan turun dan panas tinggi. Semua perlengkapan naik gunung milik teman-teman saya, saya pakai. Saya super menggigil kedinginan sampai akhirnya si bapak guide menyerah dan memberikan saya paracetamol. Dari tadi napa, pak! Haha. Ternyata mereka tidak terbiasa menggunakan obat-obatan. Setelah panas saya turun, kami melanjutkan perjalanan ke Pokhara.

saya tumbang haha thanks for the pic mba @alfianapontoh

Poon Hill Trek – Day 5 Pokhara

Di hari itu, adalah salah satu hari penting jadi tidak ada taksi dari Desa Nayapul untuk kembali ke Pokhara. Kami menunggu lumayan lama sampai ada orang yang mau menyetir taksinya tentunya dengan bayaran yang lebih tinggi dari biasanya.

Berhubung hari penting, kami sulit untuk memasuki kawasan Pokhara banyak polisi yang menjaga dan memberhentikan kami 2x. Bapak guide akhirnya membujuk tim keamanan agar bisa masuk area Pokhara dekat dengan Phewa Lake. Alasan bapak guide saya sedang sakit demam tinggi, polisi pun mengecek dari jendela. Yak saatnya acting badan lebih lemas dan memang kenyataan masih lemas.

Tiba di hotel, kondisi saya semakin parah sampai tidak bisa ikut melihat Phewa Lake. Hiks. Panas tinggi, kaki linu semua rasanya dan tak ada orang satupun. Syukur ada wifi hotel jadi bisa telepon kakak buat ngeluh. Lol!

Tips Trekking ke Poon Hill
  1. Bisa beli perlengkapan seperti jaket, windbreak, sarung tangan, dll di area Thamel. Lengkap dan harganya juga masih masuk akal
  2. Semakin jauh dari kota tentunya harga air mineral semakin mahal. Untuk itu beli saja Water Purification Tablets di apotik di Thamel. Isi botol dengan air pegunungan yang bisa dapat dimana saja terus cemplungin 1-2 tablets ke dalam botol. Aman dan nggak bikin sakit perut. Lumayan menghemat.
  3. Toilet di desa-desa menuju Poon Hill bersih dan GRATIS
  4. Siapin fisik dari jauh-jauh hari sebelum ke Nepal
  5. Kamu bisa trekking ke Poon Hill sendiri tanpa guide yang pasti nggak akan nyasar
  6. Tersedia juga jasa porter
  7. Poon Hill trek cocok buat orang-orang yang nggak biasa hiking seperti saya
  8. Mau upload foto-foto? Bayar wifi aja di penginapan harga mulai dari 100 – 200 NPR sekitar IDR 26.000

Some pics from @lilysantoso and @alfianapontoh

Written by - - 912 Views

2 Comments

  • Puspa February 5, 2018 at 2:54 am

    Whatttt? 3000 tangga? wkwkw di Greenbowl aja 300 tangga udah semboyongan, tp katep ttp keren!!

    Reply
    • Steffi Novita February 8, 2018 at 5:48 am

      Nggak ada apa2nya sama green bowl upaa! inii bikin drop upaa haha

      Reply

    Please Post Your Comments & Reviews

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Instagram

    Instagram did not return any images.

    Follow Me!