BALI

Penida Colada: Seaside Bar Nusa Penida

Penida Colada: Seaside Bar Nusa Penida

Tidak banyak kegiatan yang bisa kamu lakukan di Nusa Penida di sore hari hingga malam hari apalagi seperti saya yang tinggal di daerah Sampalan atau dekat pelabuhan. Saya dan Ce Lily memutuskan untuk mencari makan malam sebelum jalanan terlalu gelap.

Baca juga:Β Suana Point: Berburu Sunrise di Nusa Penida

Salah satu cara paling bener mau cari makan malam di mana daerah yang pertama kali kamu kunjungi adalah Tripadvisor. Haha. Nggak pakai lama, kami memutuskan untuk makan malam di Penida Colada. Penida Colada adalah restoran no. #1 di Tripadvisor, di foto-foto juga lokasinya berada di pinggir pantai dan jika beruntung bisa melihat degradasi sunset.

Penida Colada

Perjalanan kurang lebih 10 menit dari The Mel Homestay dengan menggunakan motor. Ini merupakan seaside lounge bar, tentu saja lokasinya tepat di pinggir pantai. Meski tempatnya tidak terlalu besar, Penida Colada is great spot for hangout for a couple of hours.Β 

yeaayyy we got it

Meski tempatnya kecil, kami betah berlama-lama duduk di sini sambil menikmati pemandangan laut yang cantik. Beruntungnya kami masih sempat melihat degradasi sunset. Selain itu juga ada petani rumput laut yang bekerja keras hingga petang dan anjing pemilik bernama Coco yang juga menemani makan malam kami.

petani rumput laut (pic by @lilysantoso)
coco (pic by @liliysantoso)

Saya memesan fish and chips dan ce Lily cassava chips, porsinya banyaaaak banget. Sayangnya saya lupa untuk mengambil foto saking lapernya. Beruntungnya kami datang sekitar pukul 6 sore, karena mulai pukul 16.00 – 19.00 adalah happy hour. Hehe. Jadi kami memesan cocktails Coco Lime Mojito buy 1 get 2.

Harga yang ditawarkan juga tidak akan merogoh kocek dalam-dalam. Penida Colada juga menyajikan makanan seperti spaghetti, calamari, pancakes, grilled fish, fruit juices, smoothies, light bites dan masih banyak lagi. Kalau kamu lagi jalan-jalan ke Nusa Penida, sempatkan untuk bersantai di Penida Colada.

 

Written by - - 542 Views

No Comment

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Instagram

  • #majorthrowback Labuan Bajo, Flores, 2015
  • Sled descend at Yao Mountain! Swipe to watch the video πŸ˜„
.
Jadi ceritanya main ke Yao Mountain, the highest mountain in Guilin, pakai cable car gitu ke puncaknya. Nah turunnya bisa milih pake kereta gantung, dan setengah perjalanan pakai sled πŸ›·. Kalo pilih sled, harga tiketnya lebih mahal dibanding pakai kereta gantung. Ya masa udah jauh-jauh ke China nggak nyobain sih. Akhirnya beli tiket return pakai sled, yg mana perasaan kemudian makin kalut menjadi-jadi 🀣
.
Di puncak udaranya dingin banget lupa berapa derajat pokoknya double jaket πŸ˜‚ udah udara dingin pakai kepikiran pula. Duh turun pakai sled gimana rasanya ya, pokoknya rada kalut lebay gimana gitu. Haha. Asli πŸ˜‚ padahal dah liat video oma-oma pake sled, ya masa guweh kalah sih sama doi πŸ€¦πŸΌβ€β™€οΈπŸ˜‚
.
Eh tapiii...begitu duduk ketakutan saya pun ilang gitu aja πŸ˜‚ ternyata seru bangetttt.
.
Jadi cuma ada satu pedal, kalo didorong ke depan buat kecepatan, kalo ke belakang buat nge-rem. Sayangnya cuma bentar banget. Tiba-tiba dah sampe aja di bawah! Lol
  • Today’s adventure with these three bros πŸŒ±πŸƒ .
πŸ“Έ difotoin bang @jamz.roadtripper
  • Major throwback to 3 years ago #danaukelimutu
  • Guilin cityscape from the top of DieCai Hill πŸ‡¨πŸ‡³
  • I took this picture on my first day in Yangshuo. I visited Yu Long River that features the dramatic karst landscape, silky water, and the river is a great place for bamboo rafting. And fyi, the length of river is about 43 kilometers :)
  • Saya nggak pernah bosan berkunjung ke Tamblingan dan saya bisa berjam-jam ada di danau ini πŸ™ˆ Mulai dari menyusuri danau dgn jalur trekking pendek. Berjumpa dgn penduduk yang sedang memancing dan hasil dari tangkapan tersebut, mereka masak utk lauk sehari-hari dan juga utk dipelihara. Mereka juga suka ngobrol dan pastinya ramah banget 😊
.
Pengelola disini pun juga tidak memberi tarif biaya masuk ataupun parkir. Bahkan saya bermain ayunan tidak ada yg menarik tarif sepersen pun. Malahan seorang ibu berkata: β€œhati-hati ya, awas jatuh”
.
Namun, bukan berarti kita tidak perlu memberi apa-apa. Kita bisa bantu masyarakat pengelola dengan menyewa kano, membawa tamu untuk foto pre-wedding, trekking, atau bisa juga memberikan sebagian kecil dari milik kita di kotak dana punia milik mereka.
.
Yuk main ke Tamblingan!
  • It was a fun day at Tamblingan Lake
  • Kunjungan saya ke Danau Tamblingan untuk kesekian kalinya selalu disambut dengan sapaan lembut dari penduduk setempat
.
Bisa dibilang ramah dan murah senyum adalah ciri khas mereka. πŸ’™ Ada yang mengajak ngobrol seperti sudah lama kenal atau hanya sekedar menyapa β€œdarimana gek?” - Suasana pun menjadi sesejuk danau
.
Keramahan, kesederhanaan dan suasana yang tenang semua ada di danau ini #jaenidupdibali

Follow Me!