LOMBOK

Jalan-jalan ke Gili Trawangan: Snorkeling Tiga Pulau dan Sunset (Part 2)

Jalan-jalan ke Gili Trawangan: Snorkeling Tiga Pulau dan Sunset (Part 2)

Selamat pagi!
Ini adalah hari kedua saya di Gili Trawangan dan merupakan hari terakhir di sini, kami snorkeling ke tiga pulau dan menikmati sunset. Hari kedua ini saya, Dilla, Andy dan Raymond memutuskan untuk pergi snorkeling di tiga pulau Gili Trawangan, Gili Meno dan berakhir di Gili Air. Sehari sebelumnya kami sempat ke dermaga untuk menanyakan paket snorkeling.

Rata-rata tour and travels yang menawarkan jasa snorkeling semunya berada di dekat pelabuhan, dengan rata-rata harga sekitar Rp 100.000/orang. Saya dan Dilla sudah membawa alat sendiri jadinya paket untuk 4 orang adalah RP 300.ooo. Jadi satu orang sekitar Rp 75.000. Mureee! Hehe.

Jadi sebelum jam 9 pagi kami sudah standby di pelabuhan biar gak ketinggalan. Satu Β kapal berisi sekitar 20-30 orang. Jadi rameeee banget. Setiap pulau kita dikasih kesempatan kurang lebih 1 jam untuk snorkeling. Berhubung belum kamera underwater, kami hanya menikmati dengan sejauh mata memandang saja.

Jika beruntung kamu akan menjumpai penyu yang sedang berenang, sayangnya saat itu kami hanya melihat dari atas kapal saja. Hehe. Menurut saya bawah laut yang cantik berada di Gili Air dan Gili Meno. Sebelum kembali ke Gili Trawangan kamu akan diajak berhenti di salah satu restoran di Gili Air untuk makan siang dengan pemandangan laut.


Setelah bertolak ke Gili Trawangan saya dan Dilla memutuskan untuk santai-santai sejenak di pantai sembari menunggu sunset. Setelah itu kembali ke hostel mengambil sepeda dan menanti sunset di salah satu spot terbaik di Gili Trawangan.

Di sini banyak sekali spot untuk menikmati sunset, seperti foto di ayunan yang ada di pinggir pantai dengan pemandangan sunset yang cantik. Sayangnya kami tidak sempat foto di sana karena ramai banget yang ngantri buat fotoan. Haha.

Jadi kami memutuskan untuk duduk-duduk di spot sunset. Jangan lupa bawa cemilan dan air mineral, buat duduk-duduk cantik sambil menunggu matahari tenggelam.

Setelah puas menikmati sunset, kami kembali ke homestay dan bersiap-siap untuk makan malam terakhir di Gili Trawangan, karena besok pagi kami pindah ke Gili Air.

 

 

Written by - - 435 Views

No Comment

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Instagram

  • #majorthrowback Labuan Bajo, Flores, 2015
  • Sled descend at Yao Mountain! Swipe to watch the video πŸ˜„
.
Jadi ceritanya main ke Yao Mountain, the highest mountain in Guilin, pakai cable car gitu ke puncaknya. Nah turunnya bisa milih pake kereta gantung, dan setengah perjalanan pakai sled πŸ›·. Kalo pilih sled, harga tiketnya lebih mahal dibanding pakai kereta gantung. Ya masa udah jauh-jauh ke China nggak nyobain sih. Akhirnya beli tiket return pakai sled, yg mana perasaan kemudian makin kalut menjadi-jadi 🀣
.
Di puncak udaranya dingin banget lupa berapa derajat pokoknya double jaket πŸ˜‚ udah udara dingin pakai kepikiran pula. Duh turun pakai sled gimana rasanya ya, pokoknya rada kalut lebay gimana gitu. Haha. Asli πŸ˜‚ padahal dah liat video oma-oma pake sled, ya masa guweh kalah sih sama doi πŸ€¦πŸΌβ€β™€οΈπŸ˜‚
.
Eh tapiii...begitu duduk ketakutan saya pun ilang gitu aja πŸ˜‚ ternyata seru bangetttt.
.
Jadi cuma ada satu pedal, kalo didorong ke depan buat kecepatan, kalo ke belakang buat nge-rem. Sayangnya cuma bentar banget. Tiba-tiba dah sampe aja di bawah! Lol
  • Today’s adventure with these three bros πŸŒ±πŸƒ .
πŸ“Έ difotoin bang @jamz.roadtripper
  • Major throwback to 3 years ago #danaukelimutu
  • Guilin cityscape from the top of DieCai Hill πŸ‡¨πŸ‡³
  • I took this picture on my first day in Yangshuo. I visited Yu Long River that features the dramatic karst landscape, silky water, and the river is a great place for bamboo rafting. And fyi, the length of river is about 43 kilometers :)
  • Saya nggak pernah bosan berkunjung ke Tamblingan dan saya bisa berjam-jam ada di danau ini πŸ™ˆ Mulai dari menyusuri danau dgn jalur trekking pendek. Berjumpa dgn penduduk yang sedang memancing dan hasil dari tangkapan tersebut, mereka masak utk lauk sehari-hari dan juga utk dipelihara. Mereka juga suka ngobrol dan pastinya ramah banget 😊
.
Pengelola disini pun juga tidak memberi tarif biaya masuk ataupun parkir. Bahkan saya bermain ayunan tidak ada yg menarik tarif sepersen pun. Malahan seorang ibu berkata: β€œhati-hati ya, awas jatuh”
.
Namun, bukan berarti kita tidak perlu memberi apa-apa. Kita bisa bantu masyarakat pengelola dengan menyewa kano, membawa tamu untuk foto pre-wedding, trekking, atau bisa juga memberikan sebagian kecil dari milik kita di kotak dana punia milik mereka.
.
Yuk main ke Tamblingan!
  • It was a fun day at Tamblingan Lake
  • Kunjungan saya ke Danau Tamblingan untuk kesekian kalinya selalu disambut dengan sapaan lembut dari penduduk setempat
.
Bisa dibilang ramah dan murah senyum adalah ciri khas mereka. πŸ’™ Ada yang mengajak ngobrol seperti sudah lama kenal atau hanya sekedar menyapa β€œdarimana gek?” - Suasana pun menjadi sesejuk danau
.
Keramahan, kesederhanaan dan suasana yang tenang semua ada di danau ini #jaenidupdibali

Follow Me!