LOMBOK

Jalan-jalan Keliling Gili Trawangan (Part 1)

Jalan-jalan Keliling Gili Trawangan (Part 1)

Hampir enam tahun tinggal di Bali, saya nggak pernah ke Gili, Lombok. Padahal deket banget! “Katanya doyan jalan-jalan, masa yang paling deket kagak pernah lo datengin?!” Hahaha. Entahlah kenapa saat itu masih belum tertarik untuk main-main ke Gili, karena ada beberapa yang bilang “biasa aja, Tep. Lo sehari dua hari paling dah bosen”. Hehe.

Berhubung tahun ini dapet libur panjang Galungan dan Lebaran, saya gunakan waktu untuk jalan-jalan daripada ngedumel mau kemana-mana pasti kena macet dan teman-teman sepermainan pun pada memutuskan liburan sendiri-sendiri, yaudahlah ya! Daaaannn… saya memutuskan liburan ke Gili.

Partner jalan-jalan saya kali ini adalah Dilla, teman dari zaman kuliah di Jakarta sampai ikutan pindah ke Bali. Setelah berteman bertahun-tahun, ini kali pertama saya traveling bareng selama 5 hari 4 malam. Haha. Lamaaa yah!

ini Dilla

Yeaayy…. Gili Trawangan we are coming!

our tickets

Kami berdua naik fast boat Bali Eka Jaya dari Padang Bai jam 10.30 WITA. Jadi, shuttle busnya jemput sekitar jam 8 pagi tapi ternyata telat mereka baru datang jam 8.45 dan ternyata yang di area Kuta saya adalah penumpang pertama yang dijemput. Hmmm.. makin lama!

Lebih parahnya lagi Dilla nyaris nggak ke jemput karena penjemputan di area Denpasar, namanya tidak dicantumkan sama sekali. Asli panik, nggak lucu traveling ke Gili sendirian. Setelah ribet telpon sana-sini akhirnya si Dilla keangkut juga sama penjemputan satunya dan kami berjumpa di Padang Bai.

welcome to gili trawangan

Tips ke Gili Trawangan

Tips 1: Sehari sebelum keberangkatan pastikan untuk konfirmasi ulang pihak fast boat agar tidak tertinggal begitu saja.

Perjalanan ke Padang Bai butuh waktu hampir 2 jam, karena pas berangkat bertepatan sama Galungan jadi keberangkatan tidak sesuai jadwal dan ada upacara. Saya berjumpa Dilla di Padang Bai, syukurnya agen tiket kami menanti di sana, mengantarkan kami dan memastikannya hingga masuk ke dalam fast boat. Pukul 11.30 kami bertolak dari Padang Bai tiba di Gili Trawangan jam 13.00 kurang lebih 1,5 jam perjalanan.

Tips 2 

Kalau doyan mabuk perjalanan apalagi nggak bisa banget naik fast boat mending minum antimo 1 jam sebelum berangkat. Jangan kayak teman saya, Dilla, minumnya saat di fast boat, alhasil nggak ngefek sama sekali pemirsa yang ada doi mabuk beneran! Haha.

Tips 3 

Karena kami datangnya pas high season, jadi lebih baik memesan hotel dari jauh-jauh hari. Saya berdua nginep di Gili Bong jaraknya sekitar 1 km lah dari pelabuhan, gampang juga nyarinya karena sehari sebelumnya saya dapet e-mail petunjuk jalan biar nggak nyasar.

Gili Bong akomodasinya cukup lengkap mulai dari wi-fi, persewaan sepeda, breakfastnya enak, suasananya tenang, dan pemilik homestay juga ramah. Total buat 2 Malam Rp 350.000 aja! Kalo di Bali, dengan harga segitu masih dapet kamar yang pake AC, nah beda nih kalo di Gili duit segitu kamu cuma dapet pake Kipas Angin.

Saya dan Dilla nggak ada masalah sih karena penginapan bukan hal yang paling utama kalo lagi traveling, yang penting jalan-jalannya dan makan #teteup. Syukurnya kami berdua bukan tipikal cewek ribet, jadi tidur pake kipas angin bukanlah sebuah masalah. Hehe.

barangnya anak wedok haha berantakan

Setelah tiba di homestay, kami prepare buat lunch bareng dua teman lagi dari Bali yang tiba lebih dulu karena beda fast boat, Andy dan Raymond, setelah itu kami bersepeda keliling pulau. Menyewa sepeda pada umumnya Rp 50.000 karena kami menyewa di homestay jadi harganya cuma Rp 35.000 saja per harinya. Gili Trawangan adalah pulau terbesar dibandingkan dengan Gili Air dan Gili Meno.

Banyak yang bilang Gili mahal untuk makan dan minumnya kecuali kalo malem kamu bisa makan murah di Pasar Malam. Liburan kali ini saya memang sengaja bawa duit lebih khusus buat makan karena homestay dan fast boat sudah beres semuanya. Setelah berberes di homestay, saya dan Dilla bersepada menjumpai Andy dan Raymond.

Akhirnya kami bertemu di salah satu bar Tir Na Nog Irish Bar buat lunch karena tempatnya pinggir pantai, wajar sih harganya ‘gila-gilaan’. Makanannya juga lumayan enak, tempatnya enak buat nongkrong dengan view yang cantik pula! Saking laper dan happy melihat keindahan Gili jadi lupa buat foto makanan. LOL

view dari bar

Well saya pesan chicken quesadilla tortilla with Ginger Ale total 90rb. Ya cukup masuk akal untuk harga segitu, menikmati makanan dengan view cantik. Kurang lebih sama kayak di Bali. Setelah merasa kenyang kami naik sepeda keliling pulau.

Ya, Gili Trawangan pulau paling besar dibandingkan dua pulau tetangganya Gili Air dan Gili Meno. Kurang lebih butuh waktu sejam buat keliling pulau kalo nggak pake brenti-brenti. Capek keliling pulau, kami balik lagi ke homestay masing-masing dan jam 8 malam kami janji bertemu lagi di Pasar Malam Gili T yang harganya tentu jauh dari resto-resto mahal sekitarnya.

 

PASAR MALAM

Andy dan Raymond sebelumnya udah pernah jalan-jalan ke Gili T mereka nunjukin satu warung yang jadi favorit mereka. Aneka seafood dan sayuran, dibakar tapi sudah termasuk nasi dan sayur atau lauk kecil-kecil seperti tahu, tempe, perkedel sekitar 3 jenis.

Let’s try! Jadi mereka sudah siapin lauk per tusuk ada yang gede dan kecil. Kita tinggal milih maunya apa, bayar terus dibakarin deh kayak gini:

Hasilnya…..

buanyaaak bangettt

Banyak ya bok!!! Ceritanya saya dan Dilla salah paham dalam memesan makanan jadinya kebanyakan. Haha. Totalnya jadi Rp 70.000 bok. Gagal makan murahan dikit, murah sih, murah 20 rebu. Hahaha. Namanya juga liburan, nikmatin aja 😀

Oh iya, di sepanjang dekat pelabuhan, ada yang menjual berbagai macam jenis jus dengan harga yang murah. Sehari kami bisa membeli 2x jus yang ada di sini. Sayangnya lupa foto yang penting liburan tetap sehat, abis sepedaan minum jus. Lol.

Setelah makan malam, kami kembali ke homestay dan beristirahat karena esok hari kami mau snorkeling ke 3 pulau.

Good night

 

Written by - - 403 Views

No Comment

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Instagram

  • Major throwback to 3 years ago #danaukelimutu
  • Guilin cityscape from the top of DieCai Hill 🇨🇳
  • I took this picture on my first day in Yangshuo. I visited Yu Long River that features the dramatic karst landscape, silky water, and the river is a great place for bamboo rafting. And fyi, the length of river is about 43 kilometers :)
  • Saya nggak pernah bosan berkunjung ke Tamblingan dan saya bisa berjam-jam ada di danau ini 🙈 Mulai dari menyusuri danau dgn jalur trekking pendek. Berjumpa dgn penduduk yang sedang memancing dan hasil dari tangkapan tersebut, mereka masak utk lauk sehari-hari dan juga utk dipelihara. Mereka juga suka ngobrol dan pastinya ramah banget 😊
.
Pengelola disini pun juga tidak memberi tarif biaya masuk ataupun parkir. Bahkan saya bermain ayunan tidak ada yg menarik tarif sepersen pun. Malahan seorang ibu berkata: “hati-hati ya, awas jatuh”
.
Namun, bukan berarti kita tidak perlu memberi apa-apa. Kita bisa bantu masyarakat pengelola dengan menyewa kano, membawa tamu untuk foto pre-wedding, trekking, atau bisa juga memberikan sebagian kecil dari milik kita di kotak dana punia milik mereka.
.
Yuk main ke Tamblingan!
  • It was a fun day at Tamblingan Lake
  • Kunjungan saya ke Danau Tamblingan untuk kesekian kalinya selalu disambut dengan sapaan lembut dari penduduk setempat
.
Bisa dibilang ramah dan murah senyum adalah ciri khas mereka. 💙 Ada yang mengajak ngobrol seperti sudah lama kenal atau hanya sekedar menyapa “darimana gek?” - Suasana pun menjadi sesejuk danau
.
Keramahan, kesederhanaan dan suasana yang tenang semua ada di danau ini #jaenidupdibali
  • Summer days in paradise 🌴
  • Senja di Yangshuo 🧡
.
.
.
#portrait
#travelgram 
#wanderlust 
#exploreguilin
#sunset
  • Aku di negeri tirai bambu 🎋🇨🇳 yg motoin @mylenseye .
.
.
.
#landscape #travelgram #wanderlust #passionpassport #doyoutravel #stayandwander #traveler #travel #steffitravels #guilin #explorechina #exploreguilin #chinatrip #yaomountain #yaoshan #girltraveltheworld #girltravel #travelbug #backpacker #neverstopexploring #backpackerstory

Follow Me!